Armada bus akan digunakan untuk rute bandara Kertajati

Hasil gambar untuk bandara kertajati

Hery Antasari, kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat (Dishub), mengumumkan bahwa ia telah memberikan izin kepada 12 perusahaan Otobus (PO) untuk mencapai Bandara Kertajati. Dia meyakinkan bahwa semua orang akan mulai bekerja dalam waktu dekat.

Dia mengatakan pembukaan rute akan membantu mendukung layanan transportasi dari berbagai daerah ke Bandara Kertajati di Majalengka di bagian barat Jawa. Sejak 1 Juli, 13 rute penerbangan telah berpindah dari bandara Husein Sastranegara ke Kertajati.

Menurutnya, saat ini ada 93 armada yang dilaporkan oleh 12 PO untuk melayani rute. Nantinya, armada bus akan melayani rute dari sembilan kota dan kabupaten ke Bandara Kertajati.

Rute yang dilayani meliputi Bandung, Karawang, Bekasi, Majalengka, Cirebon, Kuningan, Indramayu dan Tasikmalaya.

“Dari total 93 armada, 34 di antaranya akan diminta oleh Bandung Greater Banding,” kata Hery kepada Jalan Sukabumi, Bandung, Selasa (18/6/2016).

Dia mengatakan bahwa setiap perusahaan menetapkan tarif yang berbeda. Namun demikian, tarif adalah Rp 30.000 untuk jarak berikutnya dan Rp 130.000 untuk jarak terpanjang.

“Untuk tarif yang berbeda, berdasarkan jarak dan fasilitas yang disediakan, Majalengka adalah yang termurah di Rs 30.000 dan Tasikmalaya terjauh di Rs 130.000,” katanya.

Khususnya, untuk transportasi udara penumpang dari daerah Bandung Raya, demikian Hery, akan ada diskon dari Damri, bahkan untuk tiket gratis. Ini juga mendorong PO lain untuk menawarkan potongan harga di kemudian hari.

“Untuk Damri (bus) ada potongan harga, bahkan penawaran gratis,” tambahnya.

Hery menegaskan bahwa ia akan enggan mencabut lisensi pos jika ia belum beroperasi pada waktu yang ditentukan. Semua pesanan akan dikumpulkan dalam waktu dekat untuk mengingatkan Anda.

“Anda harus siap melayani (penumpang) di bandara Kertajati, Anda tidak harus menunggu ramai, jika tidak, saya akan melakukannya nanti (izin operasi),” katanya dengan tegas.

Dia berharap ketersediaan armada ini akan mengurangi ketidaknyamanan beberapa orang yang merasa tidak siap untuk mengakses Bandara Kertajati yang perlahan akan menghilang.

“Memang ada beberapa tindakan pencegahan keamanan pada sebagian pengguna, tetapi kami memahami ketidaknyamanan jangka pendek dan juga memberikan kompensasi melalui insentif untuk diskon (biaya transportasi),” kata Hery.

 

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *