Di Balik Kemenangan Barcelona Pada Final Liga Champions

Pep Guardiola Barcelona merupakan salah satu tim terbaik dengan koleksi trofi yang banyak. Kejeniusan Pep sebagai pelatih live terbukti pada musim pertama ia melatih tim senior Barca, musim 2008/09. Pep tidak memiliki karir kepelatihan saat itu, kecuali pelatih tim Barca B musim sebelumnya. Bandarqq365 mengatakan musim pertama di mana ia melatih tim senior Barca, Pep langsung meraih treble winner. Tidak hanya bisa dipercaya secara taktik, dia juga pandai memotivasi dan memberikan pemain terbaiknya, salah satu contohnya berada di final Liga Champions musim itu.

Barca akan menghadapi Manchester United di bawah Sir Alex Ferguson yang sangat mengintimidasi saat itu. Man United lolos ke final di Roma dengan status Liga Champions dan baru saja menjuarai Liga Inggris musim itu. Manajer pendatang baru Pep menghadapi Sir Alex, yang telah memimpin Man United selama 23 tahun.

Komposisi pemain Man United juga tidak sembarangan. Mereka diperkuat pemain senior berpengalaman seperti Ryan Giggs dan Paul Scholes, pemain kelas dunia seperti Wayne Rooney dan Cristiano Ronaldo, serta tembok pertahanan yang kokoh di duet Nemanja Vidic dan Rio Ferdinand. Jangan lupakan kiper legendaris Edwin Van Der Sar di depan gawang.

Pep justru harus kehilangan aktor utamanya, yakni Dani Alves dan Eric Abidal karena larangan tersebut. Rafa Marquez terluka. Dia harus memindahkan Carles Puyol ke posisi bek kanan lamanya dan menarik Yaya Toure sebagai bek tengah. Pengganti Sylvinho pun akhirnya direncanakan menggantikan Abidal sebagai bek kiri.

Saat berada di hotel, Pep bertemu dengan semua staf trainee untuk memberikan semua foto mereka. Ditambah dengan kata-kata “Terima kasih atas segalanya. Pep ‘. Ia sangat mengapresiasi kerja keras semua staf pelatih. Pep merasa mereka sama pentingnya dengan para pemain.”

Di kesempatan lain, kali ini dalam pertemuan dengan para pemain, Pep menjelaskan semua rencana taktis yang ingin ia terapkan. Ia juga mengatur informasi tambahan tentang komposisi pemain lawan, kondisi rumput, logistik dan urusan pribadi.

Pada malam sebelum final, pemain bisa ditemani ke hotel oleh pasangannya. Pep sangat memahami bahwa final Liga Champions memberikan banyak tekanan pada para pemain. Berbeda dengan aturan konvensional yang melarang pasangan datang ke hotel, Pep yakin memiliki seseorang yang paling dekat dengannya bisa membantu mengurangi stres pemain. Bentuk empati yang luar biasa ditunjukkan oleh Pep yang membuat pemain merasa nyaman dan lebih dekat dengan Pep.

Kejutan terbesar terjadi sebelum pertandingan. Kejutan yang sudah direncanakan Pep dua pekan sebelum final itu dihubungi Santi Padro, produser saluran TV3 Catalan. Dia meminta Santi untuk membuat video.

Hari pertandingan telah tiba. Rutinitas pra-pertandingan seperti pemanasan dilakukan seperti biasa. Namun pelatih fisik Barca meminta para pemainnya untuk kembali ke ruang ganti lebih awal dari biasanya. Ketegangan tak terhindarkan saat mereka masuk ke ruang ganti.

Momen ini adalah saat dimana pemain tidak ingin diganggu. Mereka akan mempersiapkan diri saat melakukan ritual pribadi. Victor Valdes adalah pemain yang selalu datang pertama di ruang ganti. Tapi hari itu sedikit berbeda.

Salah satu asisten Pep meminta Valdes menunggu. Valdes akhirnya menunggu semua pemain datang di depan ruang ganti. Semua pemain akhirnya masuk dan tanpa khawatir Pep langsung berteriak. “Semuanya, saya ingin Anda menonton ini. Kerja sama kami yang membawa kami ke Roma,” kata Pep. Lampu mati dan video diputar.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *